11 April 2026

Adi Arnawa Pimpin Aksi Bersih Pantai Petitenget

Gerakan bersih sampah di Pantai Petitenget, Badung, Bali, Minggu (1/3/2026). Foto: Prokompim Badung

BADUNG, bicarabali.com – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menegaskan komitmennya menjaga kelestarian lingkungan pesisir melalui aksi nyata. Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa bersama Ketua DPRD Badung I Gusti Anom Gumanti memimpin langsung Gerakan Bali Bersih Sampah yang dipusatkan di Pantai Petitenget, Minggu (1/3/2026).

Kegiatan yang diinisiasi Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Badung ini tidak sekadar aksi bersih-bersih pantai. Selain membersihkan sampah plastik, kegiatan juga dirangkaikan dengan penanaman pohon di kawasan pesisir sebagai upaya memperkuat ekosistem pantai sekaligus menjaga keseimbangan lingkungan jangka panjang.

Sebagai langkah konkret dalam pengelolaan sampah organik, Bupati Badung menyerahkan Compost Bag secara simbolis kepada perwakilan seluruh kecamatan se-Kabupaten Badung. Program ini ditujukan untuk mendorong pengelolaan sampah berbasis sumber, dimulai dari tingkat rumah tangga.

Aksi korve menyisir garis pantai mulai dari Pantai Petitenget hingga Pantai Cemagi. Pada waktu yang sama, gerakan bersih-bersih juga dilaksanakan secara serentak di lingkungan banjar-banjar di seluruh wilayah Badung, menunjukkan pendekatan kolektif dalam membangun kesadaran lingkungan.

Dalam arahannya, Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa kebersihan pantai memiliki hubungan langsung dengan keberlangsungan ekonomi daerah. Menurutnya, sektor pariwisata yang menjadi tulang punggung Badung sangat bergantung pada kualitas lingkungan pesisir.

“Bersih pantai ini rutin kita lakukan setiap minggu sebagai upaya menjaga lingkungan pesisir. Badung hidup dari sektor pariwisata, dan pantai adalah daya tarik utamanya. Karena itu kebersihannya harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

Ia juga mengaku bangga melihat tingginya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut. Keterlibatan unsur TNI/Polri, pelaku usaha, pelajar hingga masyarakat di tingkat banjar dinilai menjadi indikator tumbuhnya kesadaran lingkungan secara mandiri.

“Yang kita bangun bukan hanya kegiatan seremonial, tetapi budaya bersih. Jika budaya ini sudah terbentuk, masyarakat akan bergerak sendiri. Namun, penanganan sampah tidak cukup di hilir; harus dimulai dari hulu, yaitu rumah tangga. Jika dari rumah sudah terkelola dengan baik, beban di hilir akan jauh berkurang,” tambahnya.

Selain persoalan sampah, Pemkab Badung juga menyiapkan langkah struktural untuk melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi. Pemerintah merencanakan pembangunan breakwater di sejumlah titik strategis mulai dari wilayah selatan hingga kawasan Canggu.

“Kita siapkan pembangunan Breakwater di sejumlah titik, mulai dari selatan hingga ke arah Canggu. Tujuannya agar pantai kita tetap lebar dan memiliki ruang yang lebih baik bagi aktivitas masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati juga menyinggung persoalan banjir yang kerap terjadi di sejumlah kawasan strategis, termasuk Jalan Dewi Sri. Pemerintah Kabupaten Badung telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 266 miliar pada tahun 2026 untuk penataan drainase, pelebaran sungai, serta pembangunan embung sebagai penampung air hujan.

Tidak hanya berfokus pada pengendalian banjir, Pemkab Badung juga menggandeng PDAM Tirta Mangutama untuk menghadirkan inovasi teknologi Membrane-Based Non-Revenue Water Processing (NPR) portabel. Teknologi ini memungkinkan air genangan diproses menjadi cadangan air bersih layak konsumsi.

“Air genangan nantinya tidak hanya dibuang ke laut, tapi diproses menjadi cadangan air bersih layak konsumsi. Dengan teknologi ini, penanganan banjir di Badung menjadi lebih produktif,” tutup Bupati.

Kegiatan ini dihadiri jajaran Forkopimda, anggota DPRD Badung, pimpinan OPD, instansi vertikal, TNI dan Polri, camat se-Kabupaten Badung, perbekel dan lurah, bendesa adat, pelaku usaha pariwisata, mahasiswa, pelajar tingkat SD hingga SMA/SMK, serta ribuan relawan dari berbagai lapisan masyarakat yang bersama-sama berkomitmen mewujudkan Badung yang bersih dan berkelanjutan. (AWJ/BB)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *