DENPASAR, bicarabali.com – Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Denpasar dan sekitarnya pada Kamis (5/3/2026) dini hari. Kecepatan angin dilaporkan mencapai sekitar 65 kilometer per jam, memicu sejumlah pohon tumbang di beberapa titik jalan di Kota Denpasar.
Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, angin kencang mulai terjadi sekitar pukul 00.14 WITA. Kecepatan angin tercatat mencapai 37 knot atau sekitar 65 km/jam, jauh lebih tinggi dibandingkan kecepatan angin normal di wilayah Bali yang berkisar antara 5 hingga 20 km/jam.
Prakirawan cuaca dari BMKG Wilayah III Denpasar menyebutkan kondisi ini masih berkaitan dengan periode cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung pada 2 hingga 8 Maret 2026.
“Kecepatan angin maksimum yang terpantau mencapai 37 knot atau sekitar 65 km/jam,” demikian keterangan prakirawan BMKG.
Angin kencang yang datang bersamaan dengan hujan deras tersebut menyebabkan sejumlah pohon perindang tumbang di beberapa ruas jalan di Denpasar. Salah satu kejadian dilaporkan terjadi di Jalan Pantai Padang Galak, Denpasar Timur, ketika pohon beringin tumbang dan sempat mengganggu arus lalu lintas.
Selain itu, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Jalan Tukad Jinah, Denpasar Selatan, serta di kawasan Jalan Bypass Ngurah Rai. Beberapa pohon besar dilaporkan roboh akibat terpaan angin yang cukup kuat.
Petugas dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kota Denpasar bersama unsur terkait segera turun ke lapangan untuk melakukan penanganan. Tim melakukan pemotongan batang pohon dan membersihkan material yang menutup badan jalan agar arus lalu lintas dapat kembali normal.
Di lokasi lain, pohon tumbang juga dilaporkan terjadi di Jalan Mulawarman, kawasan Taman Kota Denpasar. Pohon perindang yang roboh sempat menutup akses jalan dan mengenai kabel listrik sehingga petugas harus melakukan pengamanan sementara sebelum proses evakuasi dilakukan.
Beruntung, hingga laporan ini dihimpun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun warga diminta tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi dalam beberapa hari ke depan.
Selain di Denpasar, hembusan angin kencang juga dilaporkan dirasakan warga di sejumlah kawasan di Kabupaten Badung, seperti Canggu dan Pererenan. Warga menyebut angin datang tiba-tiba bersamaan dengan hujan lebat pada tengah malam.
Menurut BMKG, kondisi cuaca ekstrem ini dipicu oleh dinamika atmosfer di wilayah Indonesia yang diperkuat oleh adanya sistem tekanan rendah atau bibit siklon tropis di perairan Samudera Hindia selatan Bali.
Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan aktivitas awan hujan disertai angin kencang di wilayah Bali dalam beberapa hari ke depan.
BMKG juga mengeluarkan peringatan bagi masyarakat pesisir dan pelaku aktivitas laut untuk mewaspadai potensi gelombang tinggi di perairan selatan Bali yang diperkirakan bisa mencapai sekitar lima meter.
Masyarakat diimbau untuk berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang. Warga juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon besar serta mewaspadai kemungkinan pohon tumbang maupun baliho yang berpotensi roboh akibat terpaan angin.
BMKG menegaskan bahwa potensi cuaca ekstrem di wilayah Bali masih perlu diwaspadai hingga beberapa hari ke depan seiring dengan dinamika atmosfer yang masih cukup aktif. (AWJ/BB)

