JEMBRANA, bicarabali.com – Memasuki Senin pagi (23/03/2026) , arus balik Lebaran mulai menggeliat di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana-Bali. Pergerakan kendaraan dan penumpang dari Jawa menuju Bali terpantau meningkat sejak sehari sebelumnya, dan diprediksi akan terus naik hingga akhir pekan.
Pantauan di lapangan menunjukkan arus kendaraan roda dua maupun roda empat mulai ramai mengarah masuk Bali melalui penyeberangan dari Pelabuhan Ketapang. Meski belum terjadi antrean panjang, peningkatan volume kendaraan mulai terasa terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore.
Data Dinas Perhubungan Provinsi Bali menguatkan potensi lonjakan arus balik tahun ini. Selama periode arus mudik 13-20 Maret 2026, jumlah warga yang keluar Bali mencapai 727.528 orang, jauh lebih tinggi dibandingkan yang masuk sebanyak 409.377 orang. Selisih signifikan ini menjadi indikator kuat bahwa arus balik akan berlangsung padat dalam waktu bersamaan.
Khusus di lintasan Gilimanuk-Ketapang, tercatat 450.993 orang meninggalkan Bali, sementara yang masuk hanya 164.612 orang. Artinya, ratusan ribu pemudik diperkirakan akan kembali dalam beberapa hari ke depan melalui jalur yang sama.
Selain di pelabuhan, kepadatan juga berpotensi terjadi di jalur utama Jalan Denpasar-Gilimanuk. Jalur ini menjadi akses vital menuju pusat aktivitas di Denpasar dan Badung, yang menjadi tujuan utama para pekerja sektor pariwisata, jasa, dan informal.
Puncak arus balik diprediksi terjadi pada Selasa hingga akhir pekan, 24-29 Maret 2026, seiring berakhirnya masa cuti dan dimulainya kembali aktivitas kerja. Pada periode ini, antrean kendaraan di pelabuhan maupun kepadatan di jalur darat diperkirakan meningkat signifikan.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, dan instansi terkait telah disiagakan sejak awal arus balik. Posko Angkutan Lebaran juga diperpanjang hingga akhir Maret untuk memastikan kelancaran lalu lintas.
Rekayasa lalu lintas dan pengaturan pola antrean di pelabuhan disiapkan jika terjadi lonjakan ekstrem. Selain itu, pemudik diimbau untuk mengatur waktu perjalanan dan menghindari jam-jam puncak guna meminimalkan kepadatan.
Dengan tren yang terus meningkat sejak akhir pekan, Pelabuhan Gilimanuk dipastikan menjadi titik krusial arus balik tahun ini. Lonjakan besar hanya tinggal menunggu waktu. (RSB/BB)

