DENPASAR, bicarabali.com – Perhelatan Badung Caka Fest 2026 pada 6-8 Maret 2026 tidak hanya menghadirkan panggung kreativitas ogoh-ogoh, tetapi juga memberi dampak nyata bagi ekonomi masyarakat. Selama empat hari pelaksanaan di kawasan Pusat Pemerintahan (Puspem) Kabupaten Badung, perputaran transaksi UMKM tercatat mencapai Rp1.494.883.240.
Besarnya transaksi tersebut menunjukkan bahwa kegiatan budaya dapat menjadi motor penggerak ekonomi kreatif daerah. Badung Caka Fest sendiri menampilkan 21 ogoh-ogoh terbaik dari seluruh Kabupaten Badung yang dipentaskan dalam rangkaian acara selama empat hari.
Dalam sambutannya, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa festival ini memang dirancang tidak hanya sebagai ajang pelestarian budaya, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi antara seni, kreativitas, dan penguatan ekonomi masyarakat.
“Badung Caka Fest kami siapkan bukan hanya sebagai panggung kreativitas ogoh-ogoh terbaik di Badung, tetapi juga sebagai upaya membuka sumber-sumber ekonomi baru melalui event-event daerah. Dengan melibatkan UMKM binaan yang telah melalui proses kurasi, kami ingin memastikan setiap kegiatan yang digelar mampu memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat,” ujarnya.
Lonjakan transaksi UMKM mulai terlihat sejak hari pertama kegiatan yang bertepatan dengan proses loading atau kedatangan ogoh-ogoh. Pada hari pertama tersebut, transaksi sudah mencapai Rp253.740.000.
Memasuki hari kedua yang merupakan hari pertama pementasan ogoh-ogoh, angka transaksi kembali meningkat hingga Rp338.211.240.
Antusiasme masyarakat yang terus berdatangan membuat transaksi pada hari ketiga melonjak signifikan menjadi Rp441.537.000. Sementara pada hari keempat, transaksi kembali bergerak positif dengan capaian Rp461.395.000.
Jika dijumlahkan secara keseluruhan, total transaksi selama rangkaian kegiatan Badung Caka Fest mencapai Rp1.494.883.240.
Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kabupaten Badung juga melibatkan UMKM binaan Dinas Koperasi, UKM dan Perdagangan Kabupaten Badung yang telah melalui proses kurasi bersama Komite Ekonomi Kreatif (Ekraf) Badung. Para pelaku UMKM tersebut secara bergantian dilibatkan dalam berbagai event di Badung agar memiliki kesempatan yang merata untuk memasarkan produk mereka.
Menariknya, seluruh pelaku UMKM yang berpartisipasi dalam kegiatan ini tidak dipungut biaya apapun oleh penyelenggara.
Bupati Adi Arnawa juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan pelaksanaan Badung Caka Fest, mulai dari para seniman ogoh-ogoh, komunitas, hingga pelaku UMKM.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang terlibat. Kolaborasi antara kreativitas budaya dan penguatan ekonomi masyarakat seperti ini akan terus kami dorong agar event-event di Kabupaten Badung mampu menjadi penggerak ekonomi sekaligus memperkuat identitas budaya daerah,” tutupnya. (BB)

