DENPASAR, bicarabali.com – Di tengah persaingan ketat industri film pariwisata dunia, karya anak bangsa kembali mencatatkan prestasi membanggakan. Film “The Soul of Uluwatu” karya sutradara Aditya Ryandana berhasil meraih penghargaan Gold kategori Asia dalam Japan World’s Tourism Film Festival 2026 (JWTFF) yang digelar di Koka, Jepang, pada 20 Maret 2026.
Penghargaan ini menjadi istimewa karena “The Soul of Uluwatu” merupakan satu-satunya film dari Indonesia yang berhasil membawa pulang Gold di ajang tersebut. Film ini bersaing dengan puluhan karya dari berbagai negara, seperti Portugal, Spanyol, Malaysia, Thailand, Tiongkok, hingga Swiss.
Tak hanya itu, film ini juga lebih dulu lolos sebagai Finalist dalam kategori Asia sebelum akhirnya dinobatkan sebagai pemenang. Capaian ini menegaskan bahwa karya sinematik Indonesia mampu bersaing di panggung global.
Diproduksi oleh Film Roxx bekerja sama dengan Six Senses Uluwatu, “The Soul of Uluwatu” tidak sekadar menampilkan keindahan visual. Film ini berusaha menggali sisi yang lebih dalam dari Uluwatu sebagai salah satu destinasi ikonik dan spiritual di Bali.
Dalam proses penilaiannya, JWTFF mengedepankan kualitas sinematografi, kekuatan narasi, serta kemampuan film dalam merepresentasikan destinasi secara autentik. Penilaian dilakukan oleh juri internasional yang berasal dari kalangan profesional di bidang audiovisual, pariwisata, dan komunikasi.
Menariknya, ini merupakan keikutsertaan pertama Aditya Ryandana bersama produsernya, Ryanda Dwi Octhora, di festival tersebut. Debut internasional ini langsung menghasilkan pencapaian yang signifikan.
Selain “The Soul of Uluwatu”, dua film lain yang diproduksi Film Roxx juga berhasil masuk sebagai Official Selection dalam kategori internasional di JWTFF 2026. Dengan demikian, total tiga karya dari rumah produksi ini tampil di satu ajang bergengsi yang sama.
Dalam pernyataan resminya, Aditya Ryandana mengungkapkan rasa syukur atas penghargaan yang diraih.
“Perjalanan dari Bali ke Jepang memang panjang, tapi kehangatan masyarakat Koka, pengalaman yang kami rasakan, dan keindahan yang kami saksikan membuat semuanya sungguh sepadan. Terima kasih kepada seluruh keluarga JWTFF di Koka atas penghargaan yang luar biasa ini. Ini bukan hanya milik kami tapi ini juga milik Bali, milik Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ryanda Dwi Octhora menegaskan bahwa penghargaan ini merupakan hasil kerja bersama seluruh tim.
“Penghargaan ini adalah milik seluruh tim Film Roxx, para klien yang telah mempercayai kami, dan semua pihak yang turut mendukung produksi ‘The Soul of Uluwatu’ sejak awal. Karya ini membawa nama Indonesia dan Bali lebih jauh dari yang kami bayangkan. Ke depannya, harapan kami sederhana, kami ingin terus membuat karya yang tidak hanya menarik untuk dilihat, tetapi juga memberikan dampak nyata dan menyentuh kehidupan banyak orang,” katanya.
Keberhasilan ini bukan menjadi akhir perjalanan. Film Roxx berencana kembali mengikutsertakan karya-karyanya dalam sejumlah festival film internasional berikutnya. Salah satu agenda yang telah direncanakan adalah mengikuti festival film di Portugal.
Sebagai informasi, Japan World’s Tourism Film Festival merupakan bagian dari jaringan International Committee of Tourism Film Festivals (CIFFT) yang berafiliasi dengan UN Tourism serta didukung oleh berbagai lembaga pariwisata internasional.
Keberhasilan “The Soul of Uluwatu” menjadi penanda bahwa promosi pariwisata Bali kini semakin berkembang, tidak hanya melalui keindahan visual, tetapi juga lewat kekuatan cerita yang mampu menjangkau audiens global secara emosional. (BB/Rls)

