11 April 2026

Mudik dari Bali Membludak, Antrean Kendaraan ke Gilimanuk Mengular Puluhan Kilometer

Antrean panjang pemudik menuju pelabuhan Gilimanuk, MInggu. (Foto: IST)

JEMBRANA, bicarabali.com – Arus mudik dari Bali menuju Pulau Jawa mulai menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa hari terakhir. Antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk bahkan dilaporkan mengular hingga puluhan kilometer.

Lonjakan kendaraan ini terjadi karena ribuan warga memilih meninggalkan Bali lebih awal menjelang dua momentum besar yang berdekatan tahun ini, yakni Hari Raya Nyepi dan Lebaran.

Pada Minggu (15/3/2026), kepadatan lalu lintas terlihat di jalur utama Denpasar-Gilimanuk, satu-satunya akses darat menuju Jawa melalui penyeberangan Selat Bali. Sejak akhir pekan lalu, arus kendaraan didominasi mobil pribadi, sepeda motor, serta bus antar kota antar provinsi yang membawa para pemudik.

Petugas kepolisian bersama instansi terkait terpaksa melakukan rekayasa lalu lintas di sejumlah titik untuk mengurai kemacetan. Sistem pengaturan kendaraan hingga delay system diterapkan agar antrean tidak menumpuk di area pelabuhan.

Selain itu, operator penyeberangan juga menambah armada kapal di lintasan Selat Bali guna mempercepat proses penyeberangan kendaraan dan penumpang menuju Pelabuhan Ketapang.

Pemudik meninggalkan Bali lebih awal

Tahun ini arus mudik dari Bali diperkirakan terjadi lebih cepat dari biasanya. Hal ini disebabkan oleh jadwal Nyepi yang berdekatan dengan Lebaran sehingga banyak warga memilih pulang kampung lebih awal.

Data menunjukkan sekitar 200 ribu orang telah menyeberang dari Bali menuju Jawa pada H-7 Lebaran. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan. Selain pekerja perantau, arus kendaraan logistik juga masih mendominasi lalu lintas keluar Bali.

Sejumlah pemudik mengaku harus menunggu berjam-jam sebelum dapat masuk ke kawasan pelabuhan. Antrean kendaraan bahkan disebut mencapai puluhan kilometer dari pintu masuk pelabuhan. Kondisi ini membuat perjalanan yang biasanya ditempuh beberapa jam menjadi jauh lebih lama.

Petugas di lapangan terus melakukan pengaturan kendaraan agar antrean tidak semakin panjang. Masyarakat juga diimbau memperhatikan jadwal penutupan pelabuhan saat Nyepi.

Aktivitas penyeberangan di lintasan Selat Bali akan dihentikan sementara. Pelabuhan Ketapang dijadwalkan tutup mulai 18 Maret sore, sementara Pelabuhan Gilimanuk akan ditutup pada 19 Maret pagi.

Penutupan ini dilakukan untuk menghormati pelaksanaan Nyepi di Bali, di mana seluruh aktivitas publik dihentikan selama 24 jam.

Dinas Perhubungan Provinsi Bali  memprediksi puncak arus mudik dari Bali akan terjadi dalam beberapa hari ke depan sebelum Nyepi.

Jumlah kendaraan yang keluar dari Bali diperkirakan meningkat tajam, terutama dari wilayah Denpasar, Badung, dan kawasan pariwisata lainnya yang banyak dihuni pekerja perantau.

Masyarakat yang hendak mudik diimbau berangkat lebih awal serta memantau kondisi lalu lintas untuk menghindari kemacetan panjang menuju pelabuhan. (AWJ/BB)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *