Ogoh-Ogoh Tak Sekadar Tradisi, Badung Bidik Dampak Ekonomi

Rapat teknis persiapan pelaksanaan Badung Caka Fest 2026 di Ruang Kriya Gosana, Puspem Badung, Jumat (27/2/2026). Foto: Prokompim Badung.

BADUNG – Festival ogoh-ogoh tahunan Badung Caka Fest 2026 tidak lagi diposisikan sekadar sebagai perayaan budaya menjelang Nyepi. Pemerintah Kabupaten Badung kini mendorongnya menjadi penggerak ekonomi baru berbasis kreativitas anak muda sekaligus atraksi pariwisata yang tertata.

Hal itu ditegaskan Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa saat memimpin rapat teknis persiapan Badung Caka Fest 2026 di Ruang Kriya Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Jumat (27/2/2026). Rapat tersebut digelar untuk mematangkan pelaksanaan festival yang akan berlangsung pada 6-8 Maret 2026 di Balai Budaya Giri Nata Mandala, Puspem Badung.

Festival ini dikenal sebagai ruang kreativitas Yowana atau generasi muda di Kabupaten Badung dalam menampilkan karya ogoh-ogoh yang tidak hanya bernilai ritual, tetapi juga artistik dan atraktif.

Dalam arahannya, Adi Arnawa mengapresiasi sinergi antara Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung dan para pemuda yang terus menjaga tradisi sekaligus menghadirkan inovasi.

“Saya melihat begitu besarnya semangat anak-anak muda kita di Badung, dalam satu kreatifitas membuat ogoh-ogoh. Tidak hanya dalam rangka untuk ritual, tapi juga untuk ada satu atraktif. Tapi bagaimanapun juga kegiatan ini kita butuhkan karena kita sebagai daerah Pariwisata,” ujarnya.

Menurutnya, seluruh potensi daerah perlu digerakkan agar festival budaya mampu menciptakan nilai tambah ekonomi. Karena itu, ia ingin memastikan kesiapan penyelenggaraan melalui paparan teknis dari jajaran Dinas Kebudayaan.

Secara umum, Bupati menilai kesiapan teknis festival tahun ini sudah sangat representatif. Mulai dari penentuan lokasi, sistem pelaksanaan acara, hingga pengaturan alur kendaraan telah dirancang lebih matang dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Ia berharap Badung Caka Fest 2026 dapat menjadi katalis pertumbuhan ekonomi masyarakat, khususnya di sekitar kawasan Puspem Badung.

“Mudah-mudahan ini akan bisa maksimal sehingga pelaksanaannya akan mungkin lebih baik dari tahun sebelumnya. Ya inilah yang orang bilang membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, dengan kita membuat event seperti ini, kan ada satu pertumbuhan ekonomi baru,” katanya.

Namun di tengah antusiasme tinggi peserta, Adi Arnawa juga menekankan pentingnya ketertiban selama pelaksanaan festival. Ia mengimbau Sekaa Teruna yang mengarak ogoh-ogoh menuju Puspem Badung agar tidak membawa iring-iringan berlebihan yang berpotensi menyebabkan kemacetan.

Panitia, kata dia, telah mengatur jadwal kedatangan peserta dengan ketentuan ogoh-ogoh dibawa ke lokasi setelah pukul 22.00 WITA guna menghindari gangguan lalu lintas.

Rapat teknis tersebut turut dihadiri Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Badung Nyoman Graha Wicaksana, perwakilan Dandim 1611 Badung, Polres Badung, Polresta Denpasar, kepala OPD terkait, camat se-Kabupaten Badung, Ketua Dekranasda Badung Ny. Rasniathi Adi Arnawa, Komite Ekonomi Kreatif Badung, Pasikian Yowana Badung, serta para bendesa adat dari wilayah nominasi peserta lomba ogoh-ogoh.

Dengan persiapan lintas sektor yang semakin solid, Badung Caka Fest 2026 diharapkan tidak hanya menjadi panggung kreativitas budaya, tetapi juga contoh bagaimana tradisi lokal mampu bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi baru tanpa kehilangan akar nilai ritualnya.(AWJ/BB)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *