JEMBRANA, bicarabali.com – Arus mudik dari Bali menuju Pulau Jawa terus meningkat tajam menjelang Hari Raya Nyepi dan Idul Fitri 2026. Jalur menuju Pelabuhan Gilimanuk menjadi titik terpadat karena menjadi pintu utama penyeberangan ke Jawa melalui Pelabuhan Ketapang.
Data operator penyeberangan pada Senin (15/3/2026), menunjukkan lonjakan signifikan jumlah pemudik yang meninggalkan Bali dalam beberapa hari terakhir. Sekitar 200 ribu orang tercatat telah menyeberang dari Bali ke Jawa sejak awal masa arus mudik, terutama menggunakan sepeda motor, mobil pribadi, dan bus antarkota.
Pada H-6 Lebaran, jumlah penumpang yang menyeberang bahkan mencapai sekitar 80 ribu orang dalam satu hari. Angka ini meningkat tajam dibandingkan hari-hari normal dan menunjukkan puncak arus mudik mulai terjadi lebih awal.
Lonjakan tersebut juga terlihat dari peningkatan jumlah kendaraan yang masuk ke kawasan pelabuhan. Sepeda motor menjadi jenis kendaraan yang paling mendominasi arus mudik tahun ini, bahkan mengalami peningkatan lebih dari 50 persen dibanding hari biasa.
Kepadatan arus kendaraan menuju pelabuhan sempat menyebabkan antrean panjang di jalur Denpasar-Gilimanuk. Sejumlah pemudik harus menunggu berjam-jam untuk bisa masuk ke area pelabuhan sebelum akhirnya menyeberang ke Jawa.
Pemudik Berangkat Lebih Awal karena Nyepi
Tingginya arus mudik dari Bali tahun ini dipengaruhi oleh dua momentum besar yang waktunya berdekatan, yakni Hari Raya Nyepi di Bali dan Idul Fitri bagi umat Muslim.
Saat Nyepi, seluruh aktivitas di Bali berhenti total selama 24 jam, termasuk transportasi umum, penerbangan, hingga penyeberangan laut. Karena itu, banyak warga memilih mudik lebih awal agar tidak terjebak penutupan aktivitas tersebut.
Operasional penyeberangan di lintasan Gilimanuk-Ketapang juga akan ditutup sementara saat Nyepi. Penyeberangan dari Ketapang menuju Bali dihentikan mulai 18 Maret 2026 pukul 17.00 WIB, sedangkan dari Gilimanuk menuju Jawa dihentikan pada 19 Maret 2026 pukul 05.00 WITA. Layanan penyeberangan baru akan kembali dibuka pada 20 Maret 2026 pukul 06.00 WITA.
Kapal Ditambah untuk Urai Kepadatan
Untuk mengantisipasi kepadatan arus mudik, operator penyeberangan menambah jumlah armada kapal yang melayani lintasan Bali–Jawa.
Sekitar 35 kapal feri dioperasikan secara bergantian untuk mempercepat proses penyeberangan. Selain itu, sistem bongkar muat kapal juga dipercepat agar pergantian kapal di dermaga berlangsung lebih efisien.
Petugas kepolisian bersama instansi terkait juga melakukan pengaturan lalu lintas menuju pelabuhan guna mengurai antrean kendaraan yang menuju kawasan Gilimanuk.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperlancar arus kendaraan yang hendak menyeberang, terutama menjelang penutupan pelabuhan saat Nyepi.
Arus Mudik Diperkirakan Masih Tinggi
Pihak terkait memperkirakan arus mudik dari Bali menuju Jawa masih akan tinggi hingga beberapa hari ke depan, terutama menjelang penutupan penyeberangan saat Nyepi.
Para pemudik diimbau untuk mempersiapkan perjalanan dengan baik, termasuk memastikan kondisi kendaraan dan memantau informasi terbaru terkait jadwal penyeberangan.
Dengan lonjakan jumlah pemudik yang cukup besar tahun ini, jalur Denpasar-Gilimanuk diperkirakan masih akan menjadi salah satu titik kemacetan utama selama periode mudik Lebaran 2026. (AWJ/BB)

