11 April 2026

Terisolasi Sejak 2022, Warga Mendoyo Akhirnya Punya Jembatan Lagi

Goundbreaking Jembatan Perintis Garuda, kolaborasi Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama TNI AD melalui Kodim 1617 Jembrana, Senin di Kecamatan Mendoyo. (Foto: Prokopim Jembrana).

JEMBRANA, bicarabali.com – Harapan warga di dua desa di Kecamatan Mendoyo, Kabupaten Jembrana, akhirnya mulai terwujud setelah bertahun-tahun terisolasi akibat bencana. Pemerintah Kabupaten Jembrana bersama TNI AD melalui Kodim 1617 Jembrana resmi memulai pembangunan Jembatan Perintis Garuda, Senin (30/3/2026).

Groundbreaking dilakukan di dua titik, yakni Banjar Sekar Kejulo Kelod, Desa Yehembang Kauh, dan Banjar Nusamara, Desa Yehembang Kangin. Pembangunan ini diharapkan menjadi solusi atas terputusnya akses warga yang terjadi sejak 2022 akibat banjir bandang.

Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Ipat) menegaskan bahwa kehadiran jembatan ini bukan sekadar proyek infrastruktur, melainkan simbol hadirnya negara di tengah kesulitan masyarakat.

“Sinergi antara Pemkab Jembrana dan TNI adalah bukti nyata kehadiran negara di tengah masyarakat. Jembatan Garuda ini bukan sekadar bangunan fisik, tapi jembatan harapan bagi warga untuk akses ekonomi yang lebih baik,” ujar Wabup Ipat.

Ia mengungkapkan, akibat putusnya jembatan sejak 2022, sekitar 19 kepala keluarga terdampak langsung karena kehilangan akses penghubung utama antarwilayah. Bahkan, kondisi tersebut memaksa sejumlah pelajar untuk tinggal di kos demi tetap bisa bersekolah.

“Dengan adanya groundbreaking hari ini, diharapkan akses bagi kurang lebih 19 KK yang terdampak bisa kembali pulih. Tadi saya juga mendengar banyak murid sekolah yang harus tinggal kos di sebelah karena putusnya akses ini. Mudah-mudahan program ini bisa segera mengembalikan akses tersebut,” ungkapnya.

Ipat juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat dan jajaran TNI atas dukungan yang diberikan dalam percepatan pembangunan infrastruktur di daerah.

“Sekali lagi terima kasih kepada Bapak Presiden, Bapak Panglima TNI, Bapak Pangdam, Bapak Dandim beserta jajaran, dan Bapak Kasad yang saya hormati. Mudah-mudahan pembangunan ini bisa menyentuh lebih banyak masyarakat kita,” tambahnya.

Sementara itu, dalam sambutan Pangdam IX/Udayana yang dibacakan Kasdam Brigjen TNI Taufiq Hanafi, disebutkan bahwa pembangunan ini merupakan bagian dari program nasional tahap 3 dan 4 dengan total 376 titik di seluruh Indonesia. Khusus di wilayah Kodam IX/Udayana, direncanakan pembangunan 24 titik jembatan gantung yang tersebar di tiga wilayah korem.

Program ini menjadi wujud nyata upaya pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pembangunan infrastruktur di wilayah yang sulit dijangkau. Dengan hadirnya jembatan tersebut, mobilitas warga diharapkan kembali lancar, aktivitas ekonomi meningkat, serta akses pendidikan dan layanan publik semakin mudah.

Bagi warga Mendoyo, pembangunan ini bukan sekadar jembatan, tetapi jalan pulang dari keterisolasian yang telah mereka rasakan selama bertahun-tahun. (BB/Rls)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *