DENPASAR, bicarabali.com – Transformasi digital pendidikan di Bali mulai memasuki babak baru. Bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, 2 Mei, Bali Internet meluncurkan program penyediaan akses internet gratis berbasis teknologi WiFi 7 untuk sekolah-sekolah di Bali.
Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa digitalisasi pendidikan tidak lagi sekadar wacana, melainkan mulai diimplementasikan secara konkret, dimulai dari Kota Denpasar. Pada tahap awal, program ini menyasar empat sekolah, yakni SMP Negeri 2, SMP Negeri 4, SMP Negeri 7, dan SMP Negeri 15 Denpasar.
Tak berhenti di sana, Bali Internet menargetkan perluasan program ini ke lebih dari 100 sekolah di seluruh Bali secara bertahap. Upaya ini sekaligus diarahkan untuk menjangkau sekolah-sekolah di luar pusat kota, sebagai bagian dari strategi mengurangi kesenjangan akses digital di sektor pendidikan.
Yang membedakan program ini dari inisiatif serupa adalah penggunaan teknologi WiFi 7, generasi terbaru jaringan nirkabel yang menawarkan kecepatan hingga 2 Gbps, latensi ultra rendah, serta kemampuan mengakomodasi banyak perangkat dalam waktu bersamaan. Teknologi ini dinilai mampu menjawab tantangan pembelajaran digital yang semakin kompleks dan membutuhkan koneksi stabil.
Bali Internet bahkan disebut sebagai penyedia pertama di Indonesia yang menerapkan WiFi 7 di lingkungan pendidikan. Dengan demikian, siswa dan guru di Bali diharapkan dapat merasakan pengalaman belajar digital yang lebih optimal, mulai dari mengakses materi pembelajaran hingga berkolaborasi secara daring tanpa hambatan teknis.
Direktur Utama PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET), Muhammad Arif, menegaskan bahwa momentum Hari Pendidikan Nasional menjadi titik penting dalam memperkuat akses digital di dunia pendidikan.
“Momentum Hari Pendidikan Nasional adalah pengingat bahwa akses internet yang terjangkau dan berkualitas adalah kebutuhan setiap pelajar dan pengajar. Dengan WiFi 7, kami ingin memastikan bahwa proses belajar-mengajar di Bali bisa berjalan tanpa hambatan koneksi ketika ingin mengakses materi, berkolaborasi, maupun mengeksplorasi ilmu pengetahuan secara digital,” ujarnya.
Respons positif datang dari pihak sekolah yang menjadi lokasi awal implementasi. Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Denpasar, I Nyoman Gede Wiastra, S. Pd, M. Pd, menyebut kehadiran teknologi ini akan memperluas ruang eksplorasi pembelajaran berbasis digital.
“Kami menyambut baik program ini. SMPN 4 Denpasar selama ini sudah aktif memanfaatkan teknologi dalam proses belajar mengajar, dan hadirnya koneksi WiFi 7 yang lebih cepat dan stabil tentu akan membuka lebih banyak ruang bagi siswa dan guru untuk mengeksplorasi pembelajaran digital secara maksimal,” katanya.
Program ini juga merupakan bagian dari langkah ekspansi PT Sinergi Inti Andalan Prima Tbk (INET) melalui entitas anaknya, PT Garuda Prima Internetindo (GPI), yang sejak awal 2026 menghadirkan brand Bali Internet sebagai layanan internet rumahan berbasis WiFi 7 di wilayah Bali.
Dengan dukungan infrastruktur fiber optic berkecepatan tinggi, Bali Internet tidak hanya menyasar institusi pendidikan, tetapi juga rumah tangga. Tujuannya adalah memastikan masyarakat Bali secara luas dapat menikmati akses internet yang cepat, andal, dan terjangkau.
Untuk informasi lebih lanjut mengenai program dan layanan, masyarakat dapat mengakses situs resmi Bali Internet di https://baliinter.net.id/.
Ke depan, Bali Internet berkomitmen memperluas jangkauan layanan ini, baik untuk sektor pendidikan maupun rumah tangga. Jika berjalan sesuai rencana, program ini berpotensi mempercepat pemerataan akses digital di Bali, sekaligus memperkuat fondasi pendidikan berbasis teknologi di era modern. (RSB/BB)

