Dari Desa ke Nasional, Manistutu United Juara Bali Lewat Drama Penalti

Manistutu United KU 12 juara Piala Dunia Anak Indonesia Region Bali, usai kalahkan BMB lewat adu penalti, Sabtu. (Foto: Prokopim Jembrana)

NEGARA, bicarabali.com – Jalan menuju panggung nasional terbuka bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) Manistutu United. Tim Kelompok Umur (KU) 12 ini memastikan diri sebagai Juara 1 Piala Dunia Anak Indonesia Region Bali usai menaklukkan Bintang Muda Bali (BMB) lewat laga dramatis yang berakhir dengan adu penalti, Sabtu (2/5/2026).

Kemenangan ini bukan sekadar gelar regional. Lebih dari itu, hasil tersebut mengantarkan tim muda asal Desa Manistutu melaju ke putaran nasional yang akan digelar di Bandung pada Juni mendatang.

Perjalanan Manistutu United menuju gelar juara tidak berjalan mulus sejak awal. Di fase grup, mereka sempat mengalami pasang surut performa. Tim ini membuka laga dengan kemenangan 1-0 atas Elite Academy, kemudian harus mengakui keunggulan BMB dengan skor tipis 0-1, sebelum bermain imbang tanpa gol melawan Putra Pegok.

Hasil tersebut membuat mereka hanya lolos sebagai runner-up grup. Namun, justru dari situ mental bertanding anak-anak Manistutu United mulai teruji.

Memasuki fase gugur, performa tim meningkat signifikan. Di babak perempat final, mereka berhasil menyingkirkan AV Soccer dalam laga yang menguji ketangguhan mental. Momentum itu berlanjut di semifinal saat mereka meraih kemenangan meyakinkan atas SSB Cenggiling.

Puncaknya terjadi di partai final. Berhadapan kembali dengan Bintang Muda Bali, tim yang sempat mengalahkan mereka di fase gru, Manistutu United tampil lebih siap. Laga berlangsung ketat hingga akhirnya ditentukan melalui adu penalti, di mana Manistutu United keluar sebagai pemenang sekaligus membalas kekalahan sebelumnya.

Pelatih Kepala SSB Manistutu United, I Gede “Rah Dur” Pujayadi, mengungkapkan kepuasannya atas penampilan anak asuhnya.

“Kami sangat puas. Kunci keberhasilan hari ini adalah organisasi pertahanan yang rapi dan efektivitas counter attack melalui long ball yang memaksimalkan kecepatan lini depan kami yang dimotori oleh Made Pandu,” ujar Rah Dur didampingi Coach Aji Godar dan Coach Made Merta.

Dukungan penuh juga datang dari pemerintah desa. Perbekel Manistutu, Komang Budiana, yang turut mendampingi tim selama bertanding di Denpasar, menyampaikan apresiasi atas perjuangan para pemain muda tersebut.

“Anak-anak telah mengerahkan segala upaya untuk hasil terbaik. Ini adalah kebanggaan besar bagi masyarakat Manistutu,” ungkapnya.

Gelar ini menjadi capaian penting bagi Manistutu United sepanjang 2026. Sebelumnya, mereka juga berhasil menjuarai Turnamen ASSA Grassroot pada Februari lalu. Dua trofi dalam waktu berdekatan menjadi sinyal kuat konsistensi tim dalam pembinaan usia dini.

Kini, tantangan berikutnya sudah menanti. Didukung oleh Yayasan Bhakti Bina Sejahtera, Manistutu United akan mempersiapkan diri secara maksimal untuk menghadapi putaran nasional di Bandung pada Juni 2026. Langkah mereka dari desa kecil di Jembrana menuju panggung nasional menjadi bukti bahwa potensi sepak bola usia dini di Bali terus tumbuh dan siap bersaing di level yang lebih tinggi. (AWJ/BB/Rls)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *