18 April 2026

Pura di Jembrana Butuh Perbaikan, Pemprov Bali Siap Turun Tangan

Audiensi Bupati Jembrana dan tokoh masyarakat Tegal Cangkring, Jembrana, dengan Gubernur Bali Wayan Koster, Kamis. (Foto: Prokopim Jembrana)

DENPASAR, balibicara.com – Upaya menjaga kelestarian pura sebagai pusat spiritual dan budaya Bali kembali mengemuka. Pemerintah Kabupaten Jembrana mengajukan bantuan kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk memperbaiki sejumlah pura yang dinilai membutuhkan penanganan segera.

Audiensi tersebut dilakukan oleh Bupati Jembrana, Kembang Hartawan, dengan Gubernur Bali, I Wayan Koster, di Kantor Gubernur Bali, Denpasar, Kamis (16/4/2026). Dalam pertemuan itu, dibahas rencana perbaikan fasilitas di Pura Puseh Desa Adat Tegal Cangkring serta pembangunan wantilan dan dapur di Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi.

Bupati Kembang Hartawan menegaskan, pengajuan bantuan ini didasari kondisi fisik pura yang sudah cukup memprihatinkan dan memerlukan penanganan segera. Salah satunya Pura Puseh Desa Adat Tegal Cangkring yang memiliki posisi fondasi lebih rendah dari jalan nasional serta merupakan pura tua yang telah berdiri cukup lama.

“Saya hari ini mengantar Bapak Gede Winasa, Jro Bendesa, serta tokoh masyarakat Tegal Cangkring. Mereka berencana melakukan pembangunan di Pura Puseh karena kondisi pura yang sudah cukup lama dan fondasinya berada di bawah jalan,” ujarnya.

Selain itu, perhatian juga tertuju pada Pura Dang Kahyangan Rambut Siwi. Pengempon pura mengajukan perbaikan wantilan dan dapur, mengingat bangunan yang ada saat ini telah berusia sekitar 23 tahun dan mengalami kerusakan.

“Untuk wantilan direncanakan dengan ukuran cukup besar, sekitar 2,2 are, serta penambahan fondasi ke bagian belakang karena kondisi lahan yang miring,” tambahnya.

Ia juga menyampaikan bahwa sebagian pembangunan di kawasan depan pura Rambut Siwi sebelumnya telah mendapat bantuan dari Pemerintah Kabupaten Badung. Meski demikian, pihaknya tetap berencana melakukan koordinasi lanjutan guna memastikan seluruh kebutuhan pembangunan dapat terpenuhi.

Audiensi ini turut dihadiri staf khusus I Gede Winasa, Jro Bendesa, tokoh masyarakat, serta krama dan pengempon pura. Kehadiran ini mencerminkan kuatnya kebersamaan masyarakat dalam menjaga kesucian pura sekaligus melestarikan adat dan tradisi Bali.

Sementara itu, Gubernur Bali I Wayan Koster menyambut baik usulan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk membantu. Ia juga mengaku kerap tangkil ke Pura Rambut Siwi untuk melaksanakan persembahyangan.

“Prinsipnya pasti akan dibantu, tinggal menyesuaikan besarannya,” ujarnya.

Dukungan dari pemerintah provinsi diharapkan mampu mempercepat realisasi perbaikan dan pembangunan fasilitas pura. Selain memberikan kenyamanan bagi umat dalam melaksanakan persembahyangan, langkah ini juga menjadi bagian penting dalam menjaga kelestarian adat, budaya, dan kesucian pura di Bali.(RSB/BB/Rls)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *