25 April 2026

Bus Gratis untuk Pemedek, Cara Baru Bupati Jembrana Uji Program dari Kantong Pribadi

Sejumlah pemedek asal Jembrana menaiki bus gratis yang disediakan Bupati I Made Kembang Hartawan untuk tangkil ke Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur, Sabtu. (Foto: Prokopim Jembrana)

NEGARA, bicarabali.com – Sebuah langkah tak biasa ditempuh Bupati Jembrana I Made Kembang Hartawan. Ia memulai layanan bus gratis bagi pemedek (umat) ke Pura Besakih dan Pura Ulun Danu Batur bukan dari APBD, melainkan dari dana pribadi.

Program ini menyasar umat Hindu asal Jembrana yang hendak tangkil dalam rangkaian Karya Agung Ida Bhatara Turun Kabeh di Pura Besakih dan Ngusaba Kedasa di Pura Ulun Danu Batur tahun 2026. Dua unit bus disiapkan untuk mengangkut pemedek secara cuma-cuma.

Keberangkatan perdana dilakukan pada Sabtu hari ini, dengan satu unit bus diberangkatkan lebih dulu. Satu bus lainnya dijadwalkan menyusul pada hari berikutnya.

Langkah ini bukan sekadar bantuan spontan. Kembang Hartawan menyebutnya sebagai bagian dari strategi “merintis dengan pribadi, mematangkan jadi program daerah”.

“Saya ingin memulai ini dari niat pribadi sebagai bentuk bakti kepada umat. Sama seperti Rumah Singgah, layanan (mobil) pick-up gratis, dan mobil antar-jemput pasien yang dulu kami rintis secara mandiri, dengan skala yang lebih kecil, hingga kini menjadi program unggulan daerah. Kedepan layanan bus gratis ini juga saya harapkan menjadi fondasi bagi pelayanan publik Jembrana yang lebih melayani,” ungkapnya, Sabtu (18/4/2026).

Selama ini, akses transportasi menjadi salah satu kendala utama bagi krama Jembrana yang ingin sembahyang ke dua pura besar tersebut. Jarak yang cukup jauh, ditambah biaya perjalanan yang terus meningkat, kerap menjadi beban tersendiri.

Melalui layanan ini, Bupati ingin memastikan umat dapat menjalankan ibadah dengan lebih mudah, aman, dan nyaman.

Ia juga menegaskan, penggunaan dana pribadi di tahap awal merupakan bentuk pengabdian sekaligus cara untuk menguji efektivitas program sebelum diangkat menjadi kebijakan resmi.

“Kami siapkan dua unit bus dulu, kita lihat manfaatnya dan bagaimana respon warga. Kalau responnya bagus, ke depan akan kita patenkan menjadi program pemerintah daerah,” terangnya.

Model uji coba seperti ini bukan hal baru bagi Kembang Hartawan. Sebelumnya, pola serupa telah diterapkan dalam sejumlah program yang kini menjadi unggulan Pemkab Jembrana.

Salah satunya adalah Rumah Singgah Harmoni di Denpasar, yang awalnya menggunakan rumah pribadi Bupati untuk menampung warga Jembrana yang berobat ke luar daerah. Selain itu, program mobil pick-up gratis dan mobil layanan antar-jemput pasien juga bermula dari inisiatif pribadi sebelum akhirnya dibiayai melalui APBD.

Untuk program mobil pick-up desa adat, misalnya, awalnya hanya mengandalkan armada pribadi serta 25 unit milik kader partai yang dipinjamkan. Kini, setelah diadopsi menjadi program daerah, jumlahnya berkembang menjadi 70 unit yang telah dihibahkan ke desa adat dan kelurahan.

Melalui pendekatan ini, Kembang Hartawan tampak ingin memastikan setiap program benar-benar teruji di lapangan sebelum dijalankan secara luas.

Lebih dari sekadar efisiensi biaya, layanan bus gratis ini juga diharapkan mampu meningkatkan keselamatan perjalanan. Dengan transportasi terkoordinasi, risiko kelelahan berkendara jarak jauh dapat ditekan, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan pura.

“Agar semeton Jembrana yang ingin tangkil (bersembahyang) ke (Pura) Besakih maupun (Pura) Ulun Danu Batur bisa lebih nyaman. Saya ingin memastikan bahwa niat tulus masyarakat untuk bersembahyang tidak terhambat oleh masalah biaya atau teknis di perjalanan. Ini adalah bentuk bakti kami kepada umat,” tandasnya.

Jika mendapat respons positif, imbuh Bupati Kembang Hartawan, bukan tidak mungkin layanan ini akan menjadi program resmi Pemkab Jembrana di masa depan, melanjutkan pola kebijakan yang berawal dari inisiatif pribadi, lalu berkembang menjadi pelayanan publik yang lebih luas.(RSB/BB/Rls)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *