MANGUPURA,bicarabali.com – Bupati I Wayan Adi Arnawa menegaskan pentingnya pemerataan layanan kesehatan bagi masyarakat saat menghadiri pengukuhan pengurus Badung Peduli Kecamatan Mengwi di Wisata Kuliner Payuk Jakan, Jalan Raya Munggu Kapal, Minggu (10/5/2026).
Didampingi Ketua TP PKK Kabupaten Badung Rasniathi Adi Arnawa, Adi Arnawa menyebut gerakan sosial Badung Peduli harus benar-benar hadir menyentuh kebutuhan masyarakat, terutama di sektor kesehatan.
“Kegiatan Badung Peduli agar terus menyentuh masyarakat dari segi mendapatkan pelayanan kesehatan. Jangan sampai masyarakat kurang mendapatkan pelayanan kesehatan,” tegas Adi Arnawa.
Acara pengukuhan ini menjadi langkah resmi perluasan gerakan sosial Badung Peduli di wilayah Kecamatan Mengwi. Kegiatan turut dihadiri perwakilan Kecamatan Mengwi, para lurah dan perbekel, Ketua Badung Peduli I Nyoman Mardiana, jajaran pengurus, Forum Anak GenRe, serta sejumlah undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Adi Arnawa mengapresiasi konsistensi gerakan sosial yang selama ini dijalankan Badung Peduli. Ia menilai sinergi antara TP PKK, Dinas Sosial, dan Bunga Bali telah menghadirkan berbagai langkah positif bagi masyarakat.
Selain layanan kesehatan, Pemerintah Kabupaten Badung juga disebut tengah fokus pada pembangunan infrastruktur serta program layanan kesehatan dan pendidikan gratis. Menurutnya, seluruh stakeholder hingga perangkat desa harus aktif menyosialisasikan program tersebut agar benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan.
“Saya tegaskan kepada stakeholder termasuk perangkat desa agar mensosialisasikan program ini, jangan sampai masyarakat yang benar-benar membutuhkan tidak dapat pelayanan secara maksimal. Mari bersama-sama membantu maupun meringankan beban masyarakat kita,” ujarnya.
Sementara itu, Rasniathi Adi Arnawa menilai keberadaan pengurus Badung Peduli Kecamatan Mengwi sangat strategis karena Mengwi merupakan kecamatan terbesar dan terpadat di Kabupaten Badung.
Ia menjelaskan Badung Peduli menjadi wadah besar yang menyatukan berbagai organisasi dan program sosial di bawah kepemimpinannya. Menurutnya, seluruh peran yang diemban mulai dari Ketua TP PKK, Ketua K3S, Ketua Tim Pembina Posyandu, Ketua YKI, Duta PSBS, Bunda PAUD, hingga Ketua Dekranasda bergerak dalam satu visi yang sama.
“Perlu saya tekankan, bahwa Gerakan Badung Peduli ini adalah wadah persatuan kita semua. Di sini, seluruh amanah yang saya emban mulai dari Ketua TP PKK, Ketua K3S, Ketua Tim Pembina Posyandu, Ketua YKI, Duta PSBS, Bunda PAUD, hingga Ketua Dekranasda semuanya masuk, bersatu, dan bergerak bersama di dalam Badung Peduli. Tidak ada yang terpisah, semuanya satu tujuan mensejahterakan masyarakat,” ujarnya.
Menurut Rasniathi, melalui satu gerakan bersama tersebut, Badung Peduli diharapkan mampu menjangkau berbagai aspek mulai dari pembinaan keluarga, pelayanan kesehatan dasar, bantuan sosial, pendidikan anak usia dini, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM desa.
“Melalui satu gerakan ini, kita mampu merangkul segala aspek, mulai dari pembinaan keluarga, pelayanan kesehatan dasar dan gizi masyarakat, bantuan kesejahteraan sosial, pendidikan anak usia dini, kebersihan dan kelestarian lingkungan, hingga pengembangan ekonomi kreatif dan UMKM desa. Semua kekuatan ini kita satukan agar kebaikan yang disalurkan semakin besar, semakin luas jangkauanya, dan semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” ucapnya.
Ia menambahkan, Badung Peduli bukan sekadar wadah bantuan sosial, tetapi juga simbol gotong royong dan tanggung jawab sosial bersama antara masyarakat dan pemerintah daerah. (AWJ/BB/Rls)

