Jalan Rusak Baluk Segera Diaspal, Bupati Minta Warga Bersiap

Bupati Jembrana meninjau jalan rusak di Desa Baluk, Negara, Jembrana, Selasa. (Foto: Prokopim Jembrana)

JEMBRANA, balibicara.com – Harapan warga Desa Baluk, Negara, Jembrana untuk menikmati jalan yang lebih layak segera terwujud. Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan, turun langsung meninjau dua ruas jalan rusak di desa tersebut pada Selasa (14/4/2026), sekaligus memastikan kesiapan teknis sebelum proyek pengaspalan (hotmix) dimulai.

Peninjauan ini menjadi langkah awal sebelum pengerjaan yang dijadwalkan berlangsung pada Juni mendatang. Pemerintah Kabupaten Jembrana menegaskan bahwa pembangunan jalan di Desa Baluk masuk dalam prioritas, terutama untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat desa.

Adapun anggaran pengerjaan proyek ini bersumber dari Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Provinsi Bali. Dukungan ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan pembangunan infrastruktur di wilayah Jembrana, khususnya di daerah yang selama ini masih mengalami keterbatasan akses jalan yang memadai.

Di sela-sela peninjauan, Bupati Kembang menegaskan bahwa perbaikan jalan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjawab aspirasi masyarakat terkait akses transportasi yang layak.

“Pengerjaan hotmix akan kita mulai bulan Juni nanti. Kami ingin memastikan akses jalan bagi masyarakat Desa Baluk kembali nyaman dan aman untuk dilewati,” ujarnya.

Tak hanya meninjau kondisi teknis jalan, Bupati juga memberikan imbauan kepada warga setempat agar ikut berperan aktif dalam menjaga kualitas jalan yang akan dibangun. Salah satu hal yang disoroti adalah pentingnya menjaga fungsi drainase di sepanjang ruas jalan.

“kepada seluruh masyarakat di sekitar dua ruas jalan yang akan di-hotmix ini agar mulai bergotong royong membersihkan got atau saluran air. Jalan yang bagus akan cepat rusak jika terendam air karena saluran tersumbat. Mari kita jaga bersama aset ini agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” tambahnya.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak hanya bergantung pada kualitas pengerjaan, tetapi juga pada kesadaran masyarakat dalam merawatnya. Tanpa dukungan warga, jalan yang telah dibangun dengan anggaran besar berpotensi cepat rusak.

Dua ruas jalan di Desa Baluk ini diprediksi akan mengalami perubahan signifikan setelah proses pengaspalan selesai. Kondisi jalan yang lebih baik diyakini akan memperlancar mobilitas warga, termasuk distribusi hasil pertanian dan aktivitas ekonomi lainnya.

Pemerintah Kabupaten Jembrana pun berharap kolaborasi antara dukungan anggaran dari pemerintah provinsi dan partisipasi masyarakat dapat berjalan seiring. Dengan begitu, pembangunan tidak hanya berhenti pada proyek fisik, tetapi juga menciptakan rasa memiliki di tengah masyarakat.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah daerah dalam memperbaiki infrastruktur dasar, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih merata di seluruh wilayah Jembrana. (RSB/BB/Rls)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *