KLUNGKUNG, Bicarabali.com – Pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Klungkung, Bali, didorong memperluas jangkauan pasar hingga tingkat internasional. Salah satu upaya yang dilakukan adalah membekali pelaku usaha dengan strategi peningkatan daya saing produk agar mampu menembus pasar ekspor.
Upaya tersebut dilakukan melalui Rumah BUMN Klungkung yang menyelenggarakan pelatihan bertajuk Strategi Peningkatan Daya Saing Produk untuk Penetrasi Pasar Ekspor pada 22 Oktober 2026.
Pelatihan ini menghadirkan Ida Ayu Kencanawati, pemilik Pesona Handicraft yang telah berpengalaman dalam kegiatan ekspor, sebagai pemateri. Sebanyak 17 peserta mengikuti kegiatan tersebut. Seluruh peserta merupakan mitra binaan Rumah BUMN Klungkung.
Sebagian besar peserta bergerak di bidang fesyen dan kerajinan tangan atau craft. Selain itu, terdapat dua UMKM yang mengembangkan produk makanan dan minuman atau food and beverage (FnB).
Melalui kegiatan ini, Rumah BUMN Klungkung berupaya memperkuat kapasitas pelaku usaha lokal agar lebih siap menghadapi persaingan pasar global. Pelatihan juga menjadi bagian dari upaya pemberdayaan UMKM secara berkelanjutan untuk meningkatkan kualitas usaha dan memperluas peluang pemasaran.
Dorong UMKM Siapkan Strategi Ekspor
Rumah BUMN Klungkung menempatkan penguatan kapasitas pelaku usaha sebagai salah satu langkah untuk mendorong UMKM naik kelas. Tidak hanya meningkatkan kualitas produk, pelaku usaha juga perlu memahami kebutuhan pasar internasional agar produk yang dihasilkan memiliki daya saing.
Kemala Dewi dari Rumah BUMN Klungkung mengatakan, pihaknya berkomitmen mendorong UMKM lokal berkembang dan memasuki pasar internasional.
“Rumah BUMN Klungkung berkomitmen penuh untuk mendorong UMKM lokal naik kelas dan menembus pasar internasional. Melalui pelatihan ‘Strategi Peningkatan Daya Saing Produk untuk Penetrasi Pasar Ekspor’ ini, kami bangga bisa memfasilitasi para pelaku usaha dengan ilmu praktis langsung dari ahlinya,” ujar Kemala Dewi.
Ia berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada penyampaian materi, tetapi berlanjut pada penerapan strategi pemasaran yang konkret oleh masing-masing peserta.
“Saya berharap setelah pelatihan ini, para peserta yang merupakan UMKM binaan Rumah BUMN Klungkung mampu membuat rencana promosi yang nyata dan siap untuk segera diimplementasikan. Semoga semua sukses menjadi eksportir tangguh yang dapat membuka pintu-pintu pasar baru,” katanya.
Harapan tersebut menunjukkan pentingnya tindak lanjut setelah pelatihan. Rencana promosi yang terukur diharapkan dapat membantu UMKM mengenalkan produk kepada calon pembeli di pasar yang lebih luas.

Pelaku UMKM Belajar Standar Internasional
Sebagai pemateri, Ida Ayu Kencanawati membagikan pengalaman dan pengetahuan terkait upaya menembus pasar ekspor. Materi yang disampaikan mencakup standar kualitas internasional, regulasi negara tujuan, serta strategi adaptasi produk.
Pemahaman terhadap aspek-aspek tersebut menjadi bagian penting dalam mempersiapkan produk lokal agar sesuai dengan kebutuhan pasar luar negeri.
Kencanawati mengapresiasi antusiasme para peserta selama mengikuti pelatihan. Menurut dia, para pelaku usaha menunjukkan komitmen untuk memahami berbagai persyaratan yang perlu diperhatikan dalam memperluas pemasaran ke luar negeri.
“Menjadi bagian dari pelatihan ‘Strategi Peningkatan Daya Saing Produk untuk Penetrasi Pasar Ekspor’ merupakan pengalaman yang luar biasa. Saya sangat mengapresiasi antusiasme tinggi dari para pelaku usaha yang hadir,” ujar Kencanawati.
Ia menambahkan, “Sepanjang sesi, para peserta menunjukkan komitmen besar untuk memahami standar kualitas internasional, regulasi negara tujuan, hingga strategi adaptasi produk.”
Kencanawati juga menyampaikan terima kasih kepada Rumah BUMN Klungkung atas fasilitasi penyelenggaraan kegiatan tersebut.
“Terima kasih kepada Rumah BUMN Klungkung atas fasilitasi penyelenggaraan acara yang sangat baik ini. Semoga ilmu yang dibagikan dapat menjadi akselerator nyata bagi penetrasi pasar ekspor para umkm,” katanya.
Pendampingan Jadi Kunci UMKM Naik Kelas
Pelatihan ekspor ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan yang dijalankan Pertamina melalui Rumah BUMN Klungkung. Program tersebut diarahkan untuk membantu UMKM meningkatkan kapasitas usaha sekaligus memperbesar peluang produk lokal memasuki pasar internasional.
Dengan peserta dari sektor fesyen, kerajinan, serta makanan dan minuman, pelatihan ini menyasar pelaku usaha dengan karakteristik produk yang beragam.
Ke depan, penerapan materi pelatihan dan pendampingan berkelanjutan menjadi bagian penting dalam mendorong UMKM mempersiapkan diri menghadapi persaingan global. Harapannya, produk lokal tidak hanya mampu bertahan di pasar domestik, tetapi juga memiliki peluang untuk menjangkau konsumen di luar negeri. (WIJ/BB)
