BADUNG, bicarabali.com – Pemerintah Kabupaten Badung kembali menunjukkan keberpihakannya pada kehidupan adat dan keagamaan masyarakat. Program fasilitasi bus tirtayatra yang digagas Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendapat sambutan tinggi dari desa adat di Badung.
Program ini memberikan bantuan transportasi berupa dua unit bus bagi setiap desa adat yang akan melaksanakan persembahyangan ke pura-pura di wilayah Bali. Kebijakan tersebut merupakan kelanjutan dari program serupa yang telah berjalan sejak tahun sebelumnya.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa dukungan ini tidak sekadar bantuan transportasi, tetapi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelangsungan tradisi dan praktik keagamaan masyarakat Hindu di Badung.
“Bantuan ini sudah berjalan dari tahun sebelumnya. Ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah dalam memfasilitasi umat Hindu di Kabupaten Badung agar dapat menjalankan kewajiban keagamaannya dengan lebih aman dan nyaman. Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan adat dan keagamaan sebagai bagian dari pelestarian budaya Bali. Fasilitas ini diharapkan dapat membantu masyarakat melaksanakan persembahyangan dengan tertib dan lancar,” ujar Bupati Adi Arnawa, baru-baru ini.
Tingginya antusiasme desa adat terhadap program ini juga dibenarkan oleh Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Badung, I Made Widiana. Ia menyebut, hingga saat ini sudah ada empat desa adat yang mengajukan permohonan bantuan armada bus.
Permohonan tersebut sebagian besar digunakan untuk kegiatan tirtayatra ke pura-pura besar di Bali yang sedang melaksanakan pujawali. Beberapa di antaranya adalah Pura Besakih dan Pura Batur, yang menjadi tujuan utama umat Hindu dalam periode upacara keagamaan saat ini.
“Sesuai kebijakan Bapak Bupati dan Wakil Bupati Badung, Dinas Kebudayaan memfasilitasi dua unit bus untuk masing-masing desa adat yang akan melaksanakan tirtayatra ke pura-pura di wilayah Provinsi Bali. Hingga saat ini, sudah ada empat desa adat yang mengajukan permohonan,” jelas I Made Widiana melalui sambungan telepon.
Program ini dinilai sangat membantu krama desa adat, terutama dalam hal efisiensi biaya dan keamanan perjalanan saat melakukan persembahyangan bersama. Selain itu, penggunaan bus yang difasilitasi pemerintah juga diharapkan mampu menciptakan ketertiban dalam mobilitas umat saat menuju lokasi pura.
Pemkab Badung berharap, melalui kebijakan ini, kegiatan keagamaan masyarakat dapat berjalan lebih lancar tanpa terkendala persoalan transportasi. Di sisi lain, program ini juga menjadi bagian dari upaya menjaga dan memperkuat identitas budaya Bali yang berbasis pada nilai-nilai adat dan spiritualitas.
Dengan semakin banyaknya desa adat yang memanfaatkan fasilitas ini, pemerintah optimistis program bus tirtayatra akan terus berkembang dan memberikan manfaat luas bagi masyarakat Badung. (RSB/BB/Rls)

