24 Oktober 2026

Bus Listrik Trans Sarbagita Diluncurkan, Penumpang Bisa Nikmati Perjalanan Lebih Nyaman

Gubernur Bali Wayan Koster bersama Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy dan jajaran meresmikan Bus Listrik Trans Sarbagita dan charging station hibah Proyek Bali E-Mobility di Niti Mandala Renon, Denpasar, Kamis (22/10/2026). Peluncuran ini menjadi langkah mempercepat transportasi ramah lingkungan di Bali.

DENPASAR, Bicarabali.com – Transportasi publik di Bali mulai diperkuat dengan kehadiran bus listrik Trans Sarbagita. Selain mendukung pengurangan polusi udara, penggunaan bus listrik diharapkan menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman bagi masyarakat melalui transportasi yang minim kebisingan dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan Bus Listrik Trans Sarbagita dan charging station hibah Proyek Bali E-Mobility di Lapangan Timur, Niti Mandala Renon, Kamis (22/10/2026).

Peluncuran ini menjadi bagian dari upaya Pemerintah Provinsi Bali mempercepat penggunaan kendaraan listrik berbasis baterai, khususnya pada sektor transportasi.

Bagi masyarakat, pengembangan transportasi listrik menjadi langkah menuju pilihan perjalanan yang lebih ramah lingkungan. Penggunaan kendaraan listrik juga dinilai lebih hemat dan efisien dibandingkan kendaraan berbahan bakar fosil.

Koster mengajak masyarakat Bali untuk mulai beralih menggunakan kendaraan listrik, termasuk memanfaatkan transportasi publik sebagai bagian dari perubahan menuju mobilitas yang lebih bersih.

“Hasil studinya di Bali 90 persen lebih polusi udaranya bersumber dari pembangkit listrik dan transportasi yang menggunakan bahan bakar fosil. Oleh sebab itu kebijakan ini kita percepat,” katanya.

11 Bus Listrik dan 6 Infrastruktur Pengisian Daya

Melalui proyek Bali E-Mobility, Pemerintah Republik Korea melalui Kementerian Iklim, Energi, dan Lingkungan bekerja sama dengan Pemerintah Indonesia melalui Kementerian PPN/Bappenas dan Global Green Growth Institute (GGGI), memberikan hibah berupa 11 unit bus listrik dan 6 unit infrastruktur pengisian daya kepada Pemerintah Provinsi Bali.

Bus listrik tersebut telah memenuhi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), dengan pembuatan bodi bus dilakukan di Indonesia.

Kehadiran bus listrik menjadi bagian dari pengembangan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan. Bagi penumpang, penggunaan bus listrik diharapkan memberikan pengalaman perjalanan yang lebih tenang karena kendaraan tidak menghasilkan kebisingan seperti kendaraan bermesin konvensional.

Selain itu, kendaraan listrik tidak menghasilkan emisi gas buang dari knalpot saat beroperasi. Hal ini menjadi salah satu manfaat dalam upaya mengurangi pencemaran udara yang bersumber dari transportasi.

Koster mengapresiasi dukungan Pemerintah Republik Korea dalam pengembangan transportasi ramah lingkungan di Bali. Ia juga berterima kasih kepada Menteri PPN/Kepala Bappenas yang telah menunjuk Bali sebagai penerima manfaat sekaligus lokasi percontohan kerja sama tersebut.

Menurut Koster, penjualan mobil listrik di Bali terus menunjukkan peningkatan, meskipun penggunaan kendaraan listrik roda dua masih belum maksimal.

Ia mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bersama-sama beralih menggunakan kendaraan listrik karena lebih hemat, efisien, tidak bising, dan tidak menghasilkan emisi gas buang.

“Desain dan warnanya pun kami yang mengarahkan, kombinasi warna hitam, merah dan putih sebagai lambang tri datu sebagai simbol yang lekat dengan nilai budaya Bali. Ayo ramai-ramai kita beralih menggunakan kendaraan listrik berbasis baterai,” jelas Koster.

Bali Percepat Transportasi Ramah Lingkungan

Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy mengatakan, Proyek Bali E-Mobility merupakan bukti nyata kolaborasi Pemerintah Indonesia, Pemerintah Republik Korea, dan GGGI dalam mendorong transisi energi dari penggunaan bahan bakar fosil menuju energi bersih.

Bali menjadi lokasi percontohan yang diharapkan memberikan pembelajaran bagi pengembangan kebijakan serupa di tingkat nasional.

Pambudy mengapresiasi komitmen Pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan melalui visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali.

Menurutnya, menjaga kebersihan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan sampah rumah tangga, tetapi juga mencakup pengurangan pencemaran dari pembangkit listrik, kendaraan bermotor, dan industri yang masih menggunakan energi fosil.

Ia menilai kearifan lokal Bali memiliki relevansi dengan upaya menjaga lingkungan.

“Saya sejak muda saya sudah kagum dengan kearifan lokal Tri Hita Karana di Bali yaitu bagaimana masyarakat membina hubungan yang baik dan harmonis antara manusia dengan tuhan, manusia dan manusia serta manusia dengan alam. Bagaimana masyarakat bali bisa memberikan kita contoh bagaimana memuliakan alam dengan konsep Tri Hita Karana,” ungkap Pambudy.

Menurutnya, filosofi tersebut relevan dengan pembangunan yang selaras dengan alam. Ia berharap Bali dapat menjadi model pembangunan berkelanjutan bagi Indonesia maupun dunia melalui integrasi kearifan lokal, pemanfaatan energi bersih, dan pelestarian lingkungan.

Selain transportasi, Pemerintah Provinsi Bali juga mempercepat pengembangan energi terbarukan melalui Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS).

Pemerintah pusat telah memberikan alokasi kapasitas sebesar 1.000 megawatt untuk pengembangan PLTS di wilayah Jembrana dan Gilimanuk.

Saat ini, proses perizinan tengah berjalan dan pengembangan tersebut diharapkan dapat mulai dilaksanakan pada 2027.

Kebijakan energi bersih Bali mengacu pada Peraturan Gubernur Bali Nomor 45 Tahun 2019 tentang Bali Energi Bersih dan Peraturan Gubernur Bali Nomor 48 Tahun 2019 tentang Kendaraan Listrik Berbasis Baterai.

Setelah sempat terkendala pandemi COVID-19, Koster menegaskan komitmennya untuk mempercepat implementasi kebijakan kendaraan listrik pada periode kedua kepemimpinannya.

Peluncuran bus listrik Trans Sarbagita menjadi salah satu langkah memperkuat transportasi publik ramah lingkungan sekaligus mendorong masyarakat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan mendukung pengurangan polusi udara di Bali. (WIJ/BB/Rls)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *