24 Oktober 2026

Wagub Bali Ungkap 3 Hektare Mangrove Masih Rusak

Wagub Giri Prasta bersama IWO Bali dan komunitas lingkungan melakukan penanaman mangrove di Tahura Ngurah Rai, Denpasar, dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

DENPASAR, Bicarabali.com – Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta mengungkapkan masih terdapat sekitar 3 hektare kawasan mangrove di Bali yang dalam proses penataan dan pemulihan. Upaya rehabilitasi terus dilakukan setelah sebelumnya tercatat kerusakan kawasan mangrove seluas lebih dari 18 hektare pada 2018.

Hal tersebut disampaikan Giri Prasta saat menghadiri kegiatan penanaman mangrove bersama Ikatan Wartawan Online (IWO) Provinsi Bali di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Ngurah Rai, Denpasar, Jumat (23/10/2026).

Dalam kegiatan yang digelar untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda tersebut, Giri Prasta mengajak seluruh elemen masyarakat berperan aktif menjaga kelestarian ekosistem mangrove melalui penanaman dan perawatan secara berkelanjutan.

Menurutnya, upaya pelestarian mangrove tidak cukup hanya dilakukan dengan menanam. Mangrove yang sudah ditanam harus dirawat dan dipantau pertumbuhannya agar dapat berkembang secara optimal.

“Penanaman harus diikuti dengan perawatan dan pemantauan pertumbuhan. Kita ingin mangrove yang ditanam benar-benar tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan,” demikian penekanan dalam kegiatan tersebut.

Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Bali, pada 2018 tercatat kerusakan kawasan mangrove seluas lebih dari 18 hektare. Melalui berbagai upaya penanganan dan pemulihan secara bertahap, sebagian besar kawasan yang mengalami kerusakan telah ditangani.

Saat ini, masih terdapat sekitar 3 hektare kawasan yang dalam proses penataan dan pemulihan.

Giri Prasta menjelaskan, pemulihan sejumlah lokasi menghadapi tantangan karena kondisi ekosistem belum sepenuhnya mendukung pertumbuhan mangrove secara optimal. Karena itu, diperlukan pendekatan yang tepat, termasuk pemanfaatan teknologi sesuai karakteristik lingkungan, untuk mendukung keberhasilan rehabilitasi.

Mangrove sendiri memiliki fungsi ekologis penting bagi kawasan pesisir. Ekosistem ini membantu melindungi pantai dari ancaman abrasi, menjadi habitat berbagai biota, serta menyerap dan menyimpan karbon yang berkontribusi terhadap mitigasi perubahan iklim.

Pemulihan Mangrove Butuh Kolaborasi

Giri Prasta mengapresiasi seluruh pihak yang selama ini berkontribusi dalam menjaga dan memulihkan kawasan mangrove di Bali.

“Astungkara, kawasan mangrove yang pernah rusak sudah ditangani oleh kita semua,” ungkapnya.

Ia menegaskan, pelestarian lingkungan tidak dapat dibebankan kepada pemerintah semata. Dibutuhkan kesadaran, kepedulian, dan keterlibatan aktif masyarakat untuk memastikan pemulihan berjalan berkelanjutan.

“Semua masalah tidak bisa diselesaikan sendiri, tetapi bisa diselesaikan dengan solusi bersama. Kami yakin dan percaya pemulihan ini segera bisa ditangani bersama. Mari kita merawat pertiwi, satu mangrove satu juta manfaat,” ujar Wagub Giri Prasta.

Menurutnya, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci menjaga keberlanjutan fungsi ekologis mangrove sekaligus memastikan manfaatnya dapat dirasakan generasi mendatang.

Pelestarian mangrove juga sejalan dengan visi pembangunan Pemerintah Provinsi Bali, Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan kelestarian alam sebagai salah satu landasan pembangunan.

Secara khusus, upaya tersebut merupakan implementasi nilai Wana Kerthi, yakni pemuliaan dan penyucian hutan, serta Segara Kerthi, yakni pemuliaan dan penyucian laut.

Kedua nilai tersebut menjadi landasan dalam menjaga keharmonisan hubungan manusia dengan alam, terutama melalui perlindungan kawasan hutan dan ekosistem pesisir.

Wagub Bantu Rp20 Juta untuk IWO Bali

Dalam kegiatan tersebut, Giri Prasta memberikan bantuan dana sebesar Rp20 juta kepada IWO Provinsi Bali sebagai bentuk dukungan terhadap keberlanjutan kegiatan penanaman dan pelestarian mangrove.

Ia juga menyaksikan penandatanganan komitmen bersama antara UPTD Tahura Ngurah Rai dan IWO Provinsi Bali dalam menjaga kelestarian mangrove dan kawasan pesisir Bali.

Komitmen tersebut diharapkan memperkuat kolaborasi antara pengelola kawasan konservasi dan insan pers dalam mendukung pelestarian lingkungan.

Ketua IWO Provinsi Bali, Tri Widiyanti, menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Giri Prasta atas dukungan terhadap kegiatan penanaman mangrove dalam rangka memperingati Hari Sumpah Pemuda.

Ia menegaskan bahwa insan pers tidak hanya memiliki peran dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, tetapi juga dapat berkontribusi secara nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

“Kami berkomitmen sebagai jurnalis untuk tidak hanya membuat berita, tetapi juga turut menjaga ekosistem Bali melalui kegiatan penanaman mangrove ini,” ujarnya.

Tri Widiyanti berharap mangrove yang ditanam dapat tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat jangka panjang bagi kelestarian kawasan pesisir.

Kegiatan tersebut turut melibatkan Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Denpasar, Kombes Pol. Leo Dedy Defretes, siswa pencinta alam SMA Negeri 1 Kuta, serta Sahabat Mangrove Ranger Indonesia.

Melalui kegiatan ini, semangat persatuan dalam peringatan Hari Sumpah Pemuda diharapkan diwujudkan melalui tindakan nyata menjaga lingkungan. Kolaborasi pemerintah, insan pers, pelajar, dan komunitas lingkungan menjadi bagian penting dalam memperkuat kepedulian terhadap kelestarian alam Bali. (WIJ/BB/Rls)

Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *